Penacyber, Makassar—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bergerak cepat menangani laporan kejadian orang tenggelam di kawasan Inspeksi Waduk Tunggu Pampang, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Rabu (2/9/2026).
Laporan kejadian tersebut diterima BPBD Kota Makassar sekitar pukul 14.00 WITA. Informasi itu langsung ditindaklanjuti Regu 2 Pos Unit Manggala dengan mengerahkan personel menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan unsur terkait.
Dalam laporan awal, korban diketahui merupakan seorang laki-laki dewasa. Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel begitu menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
“Begitu menerima laporan, personel BPBD langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Untuk kronologi kejadian, kami masih menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian,” ujar Fadli.
Lebih lanjut, Fadli menjelaskan bahwa proses penanganan di lapangan dilakukan bersama sejumlah unsur terkait, di antaranya personel BPBD Makassar, Dokpol, serta Polsek Manggala.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam memastikan proses penanganan dan evakuasi korban dapat berjalan sesuai prosedur.
Selain itu, keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama dalam setiap operasi penanganan kejadian di lapangan. Kondisi lingkungan perairan yang memiliki potensi risiko mengharuskan petugas bekerja secara terukur dan mengutamakan aspek keselamatan.
“BPBD tetap berkoordinasi dengan kepolisian dan unsur terkait dalam setiap tahapan penanganan. Kami juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika berada di sekitar waduk, kanal, sungai, maupun perairan lainnya,” katanya.
Diketahui, lokasi kejadian masih dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut memudahkan mobilisasi personel dan peralatan menuju titik kejadian.
Dalam penanganan tersebut, Regu 2 Pos Unit Manggala BPBD Kota Makassar melibatkan personel Tharieq Isnan Wahab, Resky Arista, Aldy, Wahyu Rhamadan, dan Muhammad Nur Hamsin.
Meski demikian, hingga laporan awal dibuat, kronologi lengkap terkait penyebab maupun proses terjadinya kejadian tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
BPBD Makassar mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan saat beraktivitas di sekitar area perairan. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, khususnya di lokasi yang memiliki kedalaman air, arus, maupun kondisi lingkungan lain yang berpotensi membahayakan.
Pengawasan terhadap anak-anak dan anggota keluarga juga dinilai penting ketika berada di sekitar waduk, kanal, sungai, maupun kawasan perairan terbuka lainnya.
Sambungnya, BPBD Kota Makassar akan terus mengedepankan respons cepat terhadap setiap laporan kejadian kebencanaan yang masuk dari masyarakat. Kecepatan informasi dan koordinasi menjadi salah satu faktor penting dalam meminimalkan risiko serta mempercepat penanganan di lapangan.
Harapan BPBD Makassar, masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya keselamatan diri dan keluarga ketika berada di kawasan perairan. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan setiap kondisi darurat kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Kejadian orang tenggelam di kawasan Waduk Tunggu Pampang ini menjadi perhatian BPBD Makassar sekaligus pengingat bahwa kewaspadaan dan keselamatan harus menjadi prioritas bersama dalam beraktivitas di sekitar wilayah perairan Kota Makassar.(*)




