Penacyber, Makassar-–Dalam upaya menghadirkan inovasi pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang lebih inklusif, kreatif, dan menyenangkan, Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Tallo menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Induk Olahraga Walking Football (Sepak Bola Berjalan) yang Diintegrasikan dalam Pembelajaran PJOK se-Kecamatan Tallo.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di UPT SPF SDN Rappojawa No. 71, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan olahraga Walking Football sebagai alternatif aktivitas pembelajaran PJOK yang mengedepankan kebugaran, keselamatan, kebersamaan, dan nilai-nilai sportivitas.
Hadir sebagai pemateri, Sarifuddin Arham, S.Pd., M.Pd., yang merupakan wasit nasional Walking Football, serta Eko Sutrisno, pelatih sekaligus pemain Walking Football Red Garuda Celebes. Keduanya memberikan pengenalan mengenai konsep, aturan permainan, teknik dasar, serta penerapan Walking Football dalam aktivitas olahraga dan pembelajaran di sekolah.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan guru PJOK sekaligus mendorong lahirnya model pembelajaran olahraga yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.

Kepala UPT SPF SDN Rappojawa No. 71 sekaligus Ketua Panitia, Muh. Eri Rahim, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen KKG PJOK Kecamatan Tallo dalam meningkatkan kompetensi guru serta mengembangkan pembelajaran olahraga yang inovatif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan Walking Football sebagai salah satu alternatif olahraga yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran PJOK. Olahraga ini bukan hanya tentang bermain sepak bola dengan berjalan, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, kerja sama tim, sportivitas, dan pentingnya menjaga kebugaran tubuh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muh. Eri Rahim menegaskan bahwa guru PJOK memiliki peran penting dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan fisik, tetapi juga membangun karakter, kebiasaan hidup sehat, dan semangat kebersamaan di kalangan peserta didik.
Menurutnya, pengenalan cabang olahraga yang inovatif seperti Walking Football dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat siswa terhadap aktivitas fisik sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang lebih variatif.
Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi guru PJOK se-Kecamatan Tallo untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai aturan, prinsip keselamatan, serta metode penerapan Walking Football sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Kehadiran pemateri yang memiliki pengalaman dalam bidang perwasitan, kepelatihan, dan permainan Walking Football diharapkan dapat memberikan bekal praktis bagi para guru untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran yang efektif dan menarik.
Meski demikian, penerapan Walking Football dalam pembelajaran PJOK tetap perlu memperhatikan kesiapan peserta didik, kondisi lapangan, pengawasan guru, serta penyesuaian aturan permainan dengan usia dan kemampuan siswa. Dengan demikian, kegiatan olahraga dapat berlangsung secara aman, terarah, dan tetap menyenangkan.

Sambungnya, kolaborasi antara KKG PJOK, satuan pendidikan, serta praktisi olahraga merupakan modal penting untuk mendorong kemajuan pendidikan olahraga di Kota Makassar. Melalui sinergi tersebut, guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang mampu menumbuhkan budaya aktif bergerak dan kecintaan terhadap olahraga sejak usia sekolah.
Harapan: Walking Football Makin Dikenal dan Berkembang di Makassar Muh. Eri Rahim berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi dan pelatihan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penerapan nyata dalam pembelajaran PJOK di sekolah-sekolah se-Kecamatan Tallo.
Ia juga berharap para guru dapat menjadi pelopor dalam memperkenalkan Walking Football kepada peserta didik, sehingga olahraga ini semakin dikenal, diminati, dan berkembang sebagai bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini lahir guru-guru PJOK yang semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan pembelajaran olahraga. Kami ingin Walking Football menjadi salah satu pilihan aktivitas yang mampu membangun kebugaran, karakter, kebersamaan, dan semangat sportivitas peserta didik,” ungkapnya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh KKG PJOK Kecamatan Tallo dengan dukungan UPT SPF SDN Rappojawa No. 71 ini menjadi wujud nyata semangat untuk terus menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan olahraga.
Dengan semangat kolaborasi dan pengembangan olahraga yang inklusif, Walking Football diharapkan menjadi bagian dari gerakan memajukan olahraga pendidikan sekaligus mengharumkan nama Kota Makassar di tingkat regional maupun nasional.
KKG PJOK Kecamatan Tallo Bergerak, Berkolaborasi, Berinovasi untuk Memajukan Olahraga Makassar!





