Penacyber, Morowali – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui program unggulan BERANI Sehat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka akses pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala pelayanan.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan bahwa tenaga kesehatan (nakes) memegang peran penting dalam keberhasilan program tersebut. Menurutnya, nakes merupakan garda terdepan dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan silaturahmi bersama tenaga kesehatan se-Kabupaten Morowali. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi atas dedikasi para nakes yang selama ini terus bekerja melayani masyarakat.
Program BERANI Sehat sendiri telah berjalan sejak April 2025 dan memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Cukup dengan menunjukkan KTP Sulawesi Tengah, warga sudah bisa mendapatkan pelayanan, baik melalui skema JKN maupun non-JKN.
Selain itu, rujukan dari puskesmas ke rumah sakit tetap ditangani melalui sistem BPJS Kesehatan sehingga layanan dapat berjalan lebih terintegrasi.
Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur juga menilai fasilitas kesehatan di Kabupaten Morowali cukup baik. Ia bahkan menyebut daerah tersebut bisa menjadi contoh bagi wilayah lain karena hampir seluruh puskesmas telah memiliki dokter.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan yang responsif, pemerintah membuka layanan pengaduan masyarakat melalui program BERANI Samporoa. Masyarakat yang mengalami kendala atau ingin menyampaikan keluhan dapat langsung menghubungi nomor 0811-666-2222.
Layanan ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus memastikan setiap persoalan dalam pelayanan kesehatan dapat segera ditindaklanjuti.
Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan laporan, demi perbaikan kualitas layanan kesehatan yang lebih merata dan berkeadilan di Sulawesi Tengah.




