Penacyber, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong optimalisasi pelaksanaan program bedah rumah melalui penguatan sistem data dan penerapan digitalisasi. Upaya ini dinilai penting guna memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan berjalan efektif di lapangan.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah menegaskan bahwa akurasi data penerima menjadi fondasi utama keberhasilan program. Tanpa basis data yang valid dan terverifikasi, program berisiko tidak menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menurutnya, digitalisasi menjadi solusi strategis dalam mempercepat proses pendataan, verifikasi, hingga monitoring pelaksanaan program. Dengan sistem berbasis digital, pemerintah daerah dapat meminimalkan kesalahan administrasi sekaligus meningkatkan transparansi.
“Penguatan data harus menjadi prioritas. Digitalisasi bukan hanya mempercepat proses, tetapi juga memastikan akuntabilitas program,” tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang menargetkan ratusan ribu unit rumah layak huni pada tahun 2026. Pemerintah pusat sendiri menekankan pentingnya validasi data calon penerima agar program tidak meleset dari target sasaran.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan instansi statistik dan perangkat daerah terkait, guna memastikan integrasi data berjalan maksimal.
Program bedah rumah di Sulawesi Tengah merupakan bagian dari agenda prioritas daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah. Melalui pembenahan sistem data dan digitalisasi, diharapkan program ini tidak hanya cepat terlaksana, tetapi juga memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.




