Penacyber, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyambut masuknya investasi besar di sektor perkebunan kelapa yang akan dibangun di Kabupaten Morowali. Nilai investasi yang mencapai Rp1,6 triliun tersebut diyakini menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi para petani kelapa.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan bahwa kehadiran pabrik pengolahan kelapa ini tidak hanya akan membuka lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
Menurutnya, selama ini petani kelapa masih berada pada posisi lemah karena bergantung pada penjualan bahan mentah dengan harga yang fluktuatif. Dengan hadirnya industri pengolahan, rantai produksi akan menjadi lebih kuat dan memberikan keuntungan lebih besar bagi petani.
“Ini bukan sekadar investasi, tetapi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin petani tidak lagi hanya menjual kelapa mentah, tetapi ikut menikmati hasil dari hilirisasi,” ujar Anwar Hafid.
Pabrik tersebut direncanakan akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan serta mendorong tumbuhnya sektor ekonomi turunan, mulai dari transportasi, perdagangan, hingga usaha kecil di sekitar kawasan industri.
Selain itu, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kemitraan antara perusahaan dan petani. Skema kerja sama yang adil dinilai menjadi kunci agar manfaat investasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya pelaku industri.
Gubernur juga memastikan bahwa pemerintah akan terus mengawal proses investasi agar berjalan sesuai aturan serta tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Dengan masuknya investasi ini, Morowali kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tengah, tidak hanya di sektor pertambangan, tetapi juga di sektor perkebunan dan industri pengolahan.




