Penacyber, Banggai – Kepedulian terhadap keselamatan warga kembali ditunjukkan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Ia mengambil langkah cepat dengan membangun jembatan gantung di Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, menggunakan dana pribadinya.
Keputusan ini diambil setelah kondisi warga, khususnya para pelajar, menjadi sorotan publik. Selama ini, mereka terpaksa menyeberangi sungai tanpa fasilitas memadai demi beraktivitas, bahkan harus mempertaruhkan keselamatan untuk pergi ke sekolah.
Tak ingin persoalan berlarut, Anwar Hafid memilih bertindak tanpa menunggu proses birokrasi yang panjang. Pembangunan jembatan ini pun langsung memasuki tahap awal, dengan tim teknis telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengukuran dan perencanaan konstruksi.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan mendesak masyarakat. Selain membuka akses yang lebih aman, jembatan tersebut diharapkan mampu mengakhiri risiko yang selama ini dihadapi warga setiap hari saat menyeberangi sungai.
Pembangunan jembatan gantung ini juga menjadi simbol keberpihakan pada kepentingan rakyat. Dengan adanya akses yang layak, aktivitas masyarakat—mulai dari pendidikan hingga ekonomi—dapat berjalan lebih baik dan aman.
Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan. Semangat gotong royong menjadi kunci agar jembatan ini segera dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga.
Ke depan, kehadiran jembatan gantung ini bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga menjadi harapan baru bagi warga Masungkang untuk menjalani kehidupan yang lebih aman dan layak.




