Penacyber, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tetap akan berjalan. Penegasan ini disampaikannya usai menerima perwakilan masyarakat, pemerintah pusat, dan investor untuk berdialog mengenai rencana pembangunan fasilitas tersebut di Balai Kota Makassar, Kamis (6/8/2026).
“Kami Pemerintah Kota memastikan proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik tetap dilanjutkan. Namun lokasi dan seluruh prosesnya harus sesuai regulasi yang berlaku,” tegas Munafri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadiran PSEL merupakan kebutuhan mendesak mengingat persoalan sampah di Makassar yang semakin kompleks. Fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Selain itu, Pemkot Makassar terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah pusat untuk menetapkan lokasi definitif pembangunan PSEL. Saat ini terdapat opsi pemindahan lokasi ke lahan Pemprov Sulsel di Kabupaten Gowa seluas 100 hektare apabila terjadi kebuntuan akibat penolakan warga.
Diketahui, proyek ini tengah mengalami transisi regulasi dari skema lama berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 ke skema baru sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2025. Proses transisi dilakukan secara hati-hati dengan pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kejaksaan Tinggi Sulsel agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan hukum.
Meski demikian, Munafri memastikan bahwa pemerintah hadir sebagai regulator yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan kebutuhan investasi. “Posisi kami di sini adalah pemerintah yang hadir sebagai regulator untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kesehatan masyarakat menjadi hal yang paling utama dalam setiap proses perizinan,” paparnya.
Sambungnya, forum dialog yang digelar bukan untuk mencari pihak yang benar atau salah, melainkan menjadi ruang bersama untuk memahami seluruh aspek pembangunan PSEL secara komprehensif. “Hari ini kita berkumpul dalam sebuah pertemuan yang melibatkan semua pihak. Ini menjadi ruang diskusi bersama,” ucapnya.
Harapan Wali Kota, dengan semangat transparansi dan kolaborasi, solusi pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan dapat segera terwujud. Dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar pengelolaan sampah di Makassar semakin modern, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.




