Penacyber, Makassar-–UPTD SPF SD Inpres Bangkala II Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan penuh khidmat dan semarak, Sabtu (19/9/2026). Mengusung tema “Menuju Generasi Emas Indonesia Hebat yang Religius, Cerdas, Berakhlak Mulia dan Cinta Al-Qur’an”, kegiatan ini menjadi momentum pembinaan karakter religius bagi para peserta didik.
Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut dihadiri oleh Ustaz Salahuddin Rahman Al-Ayyubi, S.Pd.I sebagai penceramah, Kepala UPTD SPF SD Inpres Bangkala II, Yulmi Handayani, S.Pd., M.Pd., Ketua Panitia Rosmawaty NU Denanelzah, serta Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan Manggala, Darmawati, S.Ag., M.Pd.I.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Ketua Panitia, sambutan Kepala Sekolah, dan sambutan Pengawas PAI Kecamatan Manggala. Suasana semakin syahdu ketika siswa-siswi melantunkan Asmaul Husna dengan merdu, menghadirkan ketenangan hati bagi seluruh hadirin.
Memasuki acara inti, Ustaz Salahuddin Rahman Al-Ayyubi, S.Pd.I menyampaikan tausiah sekaligus memimpin doa. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh siswa untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai fondasi menuju generasi emas Indonesia yang religius, cerdas, berakhlak mulia, dan cinta Al-Qur’an.

Kepala SDI Bangkala II, Yulmi Handayani, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah sejak dini.
“Maulid Nabi ini menjadi momentum penting bagi kita semua, khususnya anak-anak, untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada acara saja, tetapi benar-benar membekas dalam perilaku sehari-hari siswa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa sekolah terus berkomitmen mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam setiap kegiatan pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler.
Selain itu, menurutnya, keterlibatan siswa dalam berbagai penampilan seni bernuansa islami menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pembinaan karakter religius memerlukan dukungan semua pihak, terutama orang tua dan masyarakat, agar nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah dapat berlanjut di rumah.
Diketahui, setelah ceramah, acara dilanjutkan dengan penampilan seni siswa-siswi berupa tari, lagu, dan puisi musikal yang mengangkat nuansa islami. Penampilan tersebut disambut antusias oleh seluruh hadirin.
Sambungnya, rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai wujud syukur dan harapan agar seluruh siswa tumbuh menjadi generasi yang religius, cerdas, berakhlak mulia, dan cinta Al-Qur’an.
Harapan besar disematkan pada kegiatan ini, agar semangat Maulid Nabi senantiasa menjadi cahaya yang menuntun anak-anak menuju masa depan gemilang, membanggakan sekolah, keluarga, agama, dan bangsa.




