Penacyber, Makassar–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyiapkan stok masker sesuai standar sebanyak satu kontainer. Sebagian dari stok tersebut telah disalurkan kepada masyarakat dengan prioritas kelompok rentan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, SE., MM., CHt (IACT-USA), CI, CNLP, MMMH. Menurutnya, penyaluran masker difokuskan kepada kelompok yang membutuhkan perlindungan lebih, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang berisiko terdampak penurunan kualitas udara.
“Kami di BPBD Kota Makassar memiliki stok masker sesuai standar sebanyak satu kontainer. Sebagian sudah kami salurkan kepada masyarakat, dengan prioritas bagi kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan lebih, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang berisiko terdampak penurunan kualitas udara,” ungkapnya.
Fadli menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat. BPBD Kota Makassar tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh kondisi lingkungan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan ini, termasuk relawan, komunitas kebencanaan, berbagai potensi relawan, dunia usaha, dan pihak swasta yang ingin memberikan dukungan.
“Kami sangat terbuka terhadap bantuan dan dukungan dari para relawan, komunitas, potensi kebencanaan, dunia usaha, maupun pihak swasta yang ingin berkontribusi, baik berupa masker maupun bantuan lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Fadli berharap bantuan tersebut dapat disalurkan atau dikoordinasikan melalui BPBD Kota Makassar. Dengan demikian, pendataan, pemetaan kebutuhan, dan distribusi dapat dilakukan secara terkoordinasi serta tepat sasaran, sehingga bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan.
“Kami berharap bantuan tersebut dapat disalurkan atau dikoordinasikan melalui BPBD Kota Makassar agar pendataan, pemetaan kebutuhan, dan distribusinya dapat dilakukan secara terkoordinasi serta tepat sasaran. Dengan demikian, bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa GEMAS bukan hanya gerakan berbagi masker, tetapi juga gerakan gotong royong untuk melindungi sesama. BPBD Kota Makassar mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun kepedulian, memperkuat kesiapsiagaan, dan memastikan perlindungan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama.




