Penacyber, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan pentingnya percepatan transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern guna mewujudkan swasembada pangan di daerah.
Menurutnya, pertanian tidak lagi bisa dikelola secara konvensional di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan, serta kebutuhan pangan yang terus meningkat. Oleh karena itu, modernisasi menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Anwar Hafid menilai, pemanfaatan teknologi pertanian seperti mekanisasi alat, pengelolaan irigasi yang efisien, serta penggunaan bibit unggul harus diperluas secara masif. Selain itu, pendampingan kepada petani juga menjadi faktor penting agar inovasi yang diterapkan dapat berjalan optimal.
“Sulawesi Tengah memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga pangan. Karena itu, sektor pertanian harus menjadi prioritas dengan pendekatan yang lebih maju dan berbasis teknologi,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program swasembada pangan. Dukungan tersebut meliputi penyediaan sarana produksi, bantuan pupuk, hingga penguatan distribusi hasil pertanian agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Selain peningkatan produksi, pemerintah daerah juga didorong untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian melalui pengelolaan sumber daya yang efisien dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting agar ketahanan pangan tidak hanya tercapai dalam jangka pendek, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang.
Dengan strategi modernisasi yang terintegrasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimistis dapat memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan.(YD)




