Penacyber, Palu– Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperluas akses pendidikan tinggi kembali ditegaskan melalui Program Berani Cerdas yang digagas Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Program ini tidak hanya menghadirkan kuliah gratis di dalam negeri, tetapi juga membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan hingga ke luar negeri, termasuk ke Universitas Hainan, China.
Langkah progresif ini dinilai sebagai terobosan besar dalam dunia pendidikan di Sulawesi Tengah. Di tengah berbagai keterbatasan akses dan biaya, kehadiran Berani Cerdas menjadi jawaban nyata atas kebutuhan generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terbebani persoalan finansial.
Anwar Hafid menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, investasi di sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.
“Anak-anak Sulawesi Tengah harus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bahkan hingga ke luar negeri. Kita ingin mereka kembali membawa ilmu, pengalaman, dan jaringan untuk membangun daerah,” ujarnya.
Melalui kerja sama strategis dengan berbagai perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri, program ini memberikan beasiswa penuh bagi mahasiswa berprestasi. Salah satu tujuan unggulan adalah Universitas Hainan di China, yang kini menjadi mitra pendidikan internasional bagi Sulawesi Tengah.
Program Berani Cerdas juga diharapkan mampu menekan angka putus kuliah akibat kendala ekonomi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimistis bahwa program ini akan melahirkan generasi baru yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global.
Seiring berjalannya waktu, program ini diproyeksikan menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi pendidikan di Sulawesi Tengah, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung sumber daya manusia unggul di Indonesia.
Dengan langkah berani ini, Sulawesi Tengah tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga mulai menapaki jalur menuju panggung pendidikan dunia.




