Penacyber, Makassar – Dalam suasana penuh semangat kebangsaan, UPT SPF SMPN 22 Makassar menggelar kegiatan Gelar Karya dengan tema “Aku Cinta Indonesia” pada Senin, 25 Mei 2026. Ajang ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII yang menampilkan berbagai proyek kreatif lintas mata pelajaran, mulai dari seni budaya, kearifan lokal, hingga inovasi teknologi ramah lingkungan.
Kepala UPT SPF SMPN 22 Makassar, Dr. Hj. Salmah, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa Gelar Karya ini merupakan puncak dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Bhinneka Tunggal Ika dan kearifan lokal. “Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi juga menghayati cinta tanah air melalui karya nyata. Tema ‘Aku Cinta Indonesia’ dipilih untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman budaya, sumber daya alam, dan prestasi bangsa,” ujarnya saat membuka acara di lapangan sekolah.
Lebih lanjut, Dr. Hj. Salmah menjelaskan bahwa setiap kelas menyajikan stan interaktif yang memukau. Ada yang menampilkan miniatur rumah adat dari limbah kardus, pameran batik hasil ecoprint, hingga pertunjukan musik angklung dan tari Nusantara. “Saya sangat terkesan dengan inovasi siswa kelas VIII-3 yang membuat peta Indonesia timbul dari tanah liat dan biji-bijian. Kreativitas mereka membuktikan bahwa cinta Indonesia bisa diekspresikan dengan cara yang segar dan edukatif,” tambahnya.

Selain itu, panitia juga menggelar pentas seni di panggung utama. Tampilan paduan suara menyanyikan lagu-lagu daerah, drama kolosal tentang perjuangan pahlawan, serta fashion show dengan busana adat dari Sabang sampai Merauke. Para guru pun ikut meramaikan dengan menyanyikan lagu “Tanah Airku” secara bersama-sama. Suasana haru dan meriah menyelimuti seluruh warga sekolah.
Diketahui, kegiatan ini juga dihadiri oleh Komite Sekolah, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta orang tua murid yang antusias mengunjungi setiap stan. “Kami melihat langsung bagaimana anak-anak menjelaskan proyek mereka dengan percaya diri. Ini adalah bukti bahwa pembelajaran berbasis proyek sangat efektif untuk membangun karakter dan kemandirian,” ujar salah satu orang tua yang hadir.
Sambungnya, Kepala sekolah juga memberikan apresiasi khusus kepada para wali kelas dan guru pendamping yang telah membimbing siswa selama dua bulan penuh. “Gelar karya ini tidak akan berhasil tanpa kerja keras para pendidik. Mereka rela lembur membantu siswa menyelesaikan proyek, bahkan sampai merancang konsep stan yang menarik. Terima kasih atas dedikasi yang luar biasa,” ucap Dr. Hj. Salmah dengan penuh haru.
Harapan besar disampaikan Dr. Hj. Salmah di akhir acara. “Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Semoga nilai-nilai cinta tanah air, toleransi, dan gotong royong yang ditanamkan melalui Gelar Karya ini terus membekas dalam diri setiap siswa. Jadilah generasi yang bangga menjadi anak Indonesia, kreatif dalam berkarya, dan rendah hati dalam melestarikan budaya. Mari kita tunjukkan bahwa SMPN 22 Makassar adalah rumah bagi pelajar Pancasila sejati!” tegasnya disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.




