Penacyber, Makassar –-Pemerintah Kecamatan Tallo meluncurkan inovasi pertama di Kota Makassar berupa layanan Drive Thru Sentra Tukar Sampah Bank Sektoral, Sabtu (20/6/2026). Peluncuran ini dirangkaikan dengan pencanangan 50 titik Urban Farming se-Kecamatan Tallo dengan tema “Sinergitas Pengelolaan Sampah Berkelanjutan”.
Acara yang berlangsung meriah ini diresmikan langsung oleh Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ibu Melinda Aksa Munafri, didampingi Staf Ahli Bidang 1 Pemerintahan, Hukum dan Politik, Bapak H. Akhmad Namsum, S.Ag., M.M. Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran forkopimcam, lurah se-Kecamatan Tallo, serta tokoh masyarakat dan kader PKK.
Layanan Drive Thru Sentra Tukar Sampah merupakan terobosan untuk memudahkan masyarakat menukarkan sampah pilahnya tanpa harus turun dari kendaraan. Fasilitas ini memanfaatkan kontainer bekas penanganan pandemi Covid-19 yang disulap menjadi tempat transaksi Bank Sampah Sektoral. Inovasi ini memperkuat sistem Bank Sampah Sektoral (BSS) Kecamatan Tallo yang telah berjalan beriringan dengan penguatan Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat kelurahan.

Peluncuran ini dirangkaikan dengan berbagai kegiatan menarik, antara lain Talkshow Pengelolaan Sampah dan Urban Farming, Pasar Tani yang memamerkan hasil panen dari Urban Farming di seluruh kelurahan se-Kecamatan Tallo, serta aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial.
Camat Tallo, Bapak Andi Husni, S.STP., M.Si. , mengungkapkan bahwa target pengembangan 50 titik urban farming ini tersebar di berbagai kelurahan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan lokal. “Program ini menjadi salah satu fokus kami di Kecamatan Tallo. Ke depan kami menargetkan sekitar 50 lokasi urban farming yang dapat menjadi pusat edukasi, produksi pangan keluarga, sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Camat Andi Husni menambahkan bahwa inovasi ini merupakan bentuk komitmen nyata Kecamatan Tallo dalam menata pengelolaan sampah secara terpadu. Sebelumnya, Kecamatan Tallo juga gencar melakukan penanganan sampah liar di empat titik rawan, yaitu Jalan Al Markaz, Jalan Teuku Umar 13, Jalan Butta-Butta Caddi, dan Jalan Tinumbu.

Selain itu, Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, dalam sambutannya mengapresiasi langkah Kecamatan Tallo yang dinilai sejalan dengan program prioritas Pemkot Makassar dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Diketahui, Bank Sampah Sektoral Kecamatan Tallo memiliki cakupan lebih luas dibanding bank sampah unit, karena melibatkan berbagai segmen mulai dari petugas kebersihan, sopir armada, pegawai kantor, hingga pelaku usaha di sekitar wilayah kecamatan.
Sambungnya, program ini tidak hanya fokus pada pengurangan sampah, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya. “Jika pemilahan dilakukan secara konsisten mulai dari rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar, maka beban sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang secara signifikan,” ujar Melinda dalam kesempatan terpisah.
Harapan ke depan, dengan hadirnya layanan Drive Thru Sentra Tukar Sampah dan pengembangan 50 titik Urban Farming ini, Kecamatan Tallo dapat menjadi percontohan bagi kecamatan lain di Kota Makassar dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.




