Penacyber, Makassar— Di balik hiruk-pikuk tata kelola pemerintahan Kota Makassar, ada sosok yang terus bergerak dengan tenang namun penuh pengaruh. Dr. Andi Zulkifly Nanda, S.STP, M.Si, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, genap berusia 46 tahun pada Selasa (30/6/2026). Usia yang bukan sekadar angka, melainkan saksi bisu perjalanan panjang seorang abdi negara dari akar rumput hingga puncak birokrasi.
Lahir di Makassar pada 30 Juni 1980, pria yang akrab disapa Pung Kiki ini adalah putra daerah asli yang tumbuh bersama denyut nadi kotanya. Kariernya yang cemerlang bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi yang tak pernah padam.
Perjalanan karier Dr. Andi Zulkifly Nanda adalah cermin dari birokrat sejati. Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2002, ia memulai pengabdiannya sebagai Kasubag Keuangan dan Perlengkapan Satpol PP pada 2005. Langkahnya terus menanjak: menjabat Lurah Lakkang (2008), Lurah Panaikang (2010), Sekretaris Kecamatan Wajo dan Biringkanaya, hingga Camat Ujung Pandang (2016).
Tak berhenti di sana, ia dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Pertanahan (2020), Sekretaris Dinas PM PTSP (2021), hingga diangkat menjadi Kepala Dinas PM PTSP (2022). Puncaknya, ia menjabat sebagai Kepala Bappeda Kota Makassar (2024), sebelum akhirnya dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Makassar definitif pada 28 Mei 2025. Mengisi kekosongan jabatan yang telah berlangsung hampir 17 bulan, pelantikannya menjadi penanda babak baru bagi birokrasi Makassar.
Di balik kesibukannya sebagai birokrat, Dr. Andi Zulkifly Nanda adalah akademisi sejati. Ia meraih gelar Magister Administrasi Pembangunan dari Universitas Hasanuddin (2006), dan baru saja menyelesaikan program Doktor Administrasi Publik di kampus yang sama pada Februari 2025 dengan predikat Cumlaude. Disertasinya berjudul “Adaptive Governance dalam Kebijakan Pengelolaan Investasi di Kota Makassar” sebuah karya yang lahir dari keprihatinannya terhadap tantangan investasi daerah.
Donny selaku Pimpred PT Bidik Nasional mengatakan, “Dr. Andi Zulkifly Nanda adalah simbol birokrat modern yang menggabungkan kecakapan teknis, intelektualitas tinggi, dan hati yang dekat dengan rakyat. Di usianya yang ke-46, kami melihat sosok pemimpin yang terus menginspirasi.”
Lebih lanjut, Donny menambahkan bahwa kepemimpinan Andi. Zul di Sekda Makassar diharapkan mampu mempercepat realisasi program prioritas daerah dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional.
Selain itu, capaiannya dalam meningkatkan iklim investasi dan pelayanan publik menjadi bukti nyata bahwa birokrasi bisa berjalan berdampingan dengan inovasi dan kemajuan.
Tak hanya itu, sang istri, Hj. Fatma Wahyuddin, ST., MM, anggota DPRD Sulsel serta ketiga buah hati mereka: A. Rofi’i Zahran Zulkifly, A. Muh. Asyam Zulkifly, dan A. Tenri Insyira Zulkifly, terus menjadi sumber kekuatan.
Sambungnya, “Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan yang prima, umur yang panjang dan penuh keberkahan, serta rezeki yang berlimpah. Semoga setiap langkah Dr. Andi selalu diberi kemudahan, kesuksesan, dan kebahagiaan bersama keluarga tercinta.”cetusnya.
Harapan terbesar adalah agar semua cita-cita dan harapan terbaik dapat terwujud, serta hidupnya selalu dipenuhi rahmat, perlindungan, dan kasih sayang-Nya. Selamat bertambah usia, Dr. Andi Zulkifly Nanda, S.STP, M.Si. Tetaplah menjadi pribadi yang menginspirasi, sukses selalu, dan berbahagia. Amin YRA.




