Penacyber, Makassar— Semangat gotong royong membalut kegiatan Jelajah Sampah yang digelar di Kecamatan Tallo, Sabtu pagi. Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, S.STP., M.M., ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak demi masa depan lingkungan yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Dr. Helmy Budiman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tugas kita bersama. Mari kita mulai dari sumbernya, dari rumah masing-masing, dengan memilah dan mengolah sampah secara mandiri,” ujarnya penuh semangat di hadapan peserta yang memadati lokasi kegiatan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan seperti Jelajah Sampah menjadi strategi efektif untuk membangun kesadaran kolektif. “Ketika masyarakat turun langsung memungut sampah, mereka tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga merasakan langsung dampak positif dari lingkungan yang bersih dan sehat,” tambah pria yang akrab disapa Helmy itu.
Hasil yang diraih pun cukup membanggakan. Selama pelaksanaan Jelajah Sampah, peserta berhasil mengumpulkan total 116,8 kilogram sampah, dengan rincian 26,4 kilogram sampah organik, 70,5 kilogram sampah anorganik, dan 19,9 kilogram sampah residu. Capaian ini menjadi indikator nyata tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah.

Selain itu, acara ini juga dirangkaikan dengan Launching Gerakan 10.000 Galon Tumpuk, sebuah inovasi yang mendorong masyarakat mengolah sampah organik rumah tangga secara mandiri menggunakan media galon tumpuk. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Camat Tallo, Dr. Bau Asseng, S.T., M.Si., memberikan edukasi dan demonstrasi langsung mengenai tata cara pengolahan sampah organik. “Metode ini sederhana, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan. Dengan galon tumpuk, setiap rumah bisa menghasilkan kompos sendiri tanpa biaya besar,” jelasnya.
Diketahui, kegiatan Jelajah Sampah tidak hanya berfokus pada aksi bersih-bersih. Acara turut dimeriahkan dengan pameran komoditas hasil urban farming serta berbagai produk olahan dari Bank Sampah Sektoral. Produk-produk tersebut menampilkan potensi pemanfaatan sampah menjadi barang bernilai ekonomis, sekaligus menginspirasi masyarakat bahwa sampah dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.
Sambungnya, keberadaan Bank Sampah Sektoral menjadi tulang punggung ekonomi sirkular di tingkat kecamatan. “Kami ingin menunjukkan bahwa mengelola sampah bukan sekadar kewajiban moral, tetapi juga peluang usaha yang menjanjikan. Dari sampah, kita bisa ciptakan nilai ekonomi,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh unsur TRIPIKA Kecamatan Tallo, para Lurah se-Kecamatan Tallo, jajaran RT/RW, Penjabat Ketua LPM Kelurahan, tokoh masyarakat, pejabat struktural kelurahan, serta berbagai unsur masyarakat. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di Kecamatan Tallo.
Harapan besar disampaikan oleh Dr. Helmy Budiman di akhir sambutannya. “Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, saya berharap Jelajah Sampah ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya memilah, mengolah, dan mengurangi sampah dari sumbernya. Mari wujudkan Makassar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” bebernya, pada Sabtu (18/7/2026).
Dengan rangkaian kegiatan yang padat makna ini, Kecamatan Tallo menunjukkan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Gerakan ini pun diharapkan menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kota Makassar untuk turut menggaungkan semangat peduli lingkungan.




