Penacyber, Makassar-–Kegiatan Jelajah Sampah Kecamatan Tallo yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar berlangsung sukses pada Sabtu, 18 Juli 2026. Aksi bersih lingkungan yang digelar di wilayah Kecamatan Tallo ini berhasil mengumpulkan 116,8 kilogram sampah, terdiri atas 26,4 kilogram sampah organik, 70,5 kilogram sampah anorganik, dan 19,9 kilogram sampah residu. Capaian ini menjadi bukti nyata tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah.
Kegiatan yang dihadiri oleh unsur TRIPIKA Kecamatan Tallo, para Lurah se-Kecamatan Tallo, RT/RW, Penjabat Ketua LPM Kelurahan, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, S.STP., M.M. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya.
Camat Tallo, Bapak Andi Husni, S.STP., M.Si. , dalam welcoming speech-nya menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan armada pengangkut atau tempat pembuangan akhir. Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa kunci utamanya adalah kesadaran kolektif yang dimulai dari tingkat rumah tangga. “Jika setiap keluarga mampu memilah dan mengelola sampah organik maupun anorganik secara mandiri, maka volume sampah yang masuk ke TPA akan berkurang drastis,” ujarnya di hadapan para peserta.

Selain itu, Camat Andi Husni juga menekankan peran strategis para RT/RW, LPM, dan tokoh masyarakat sebagai motor penggerak di lingkungan masing-masing. “Bapak dan ibu adalah ujung tombak. Saya minta agar semangat dari kegiatan ini segera ditularkan ke warga. Jangan sampai hanya berhenti di sini saja,” tegasnya.
Diketahui, kegiatan Jelajah Sampah ini juga dirangkaikan dengan Launching Gerakan 10.000 Galon Tumpuk, sebuah gerakan yang mendorong masyarakat untuk mengolah sampah organik rumah tangga secara mandiri menggunakan media galon tumpuk. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Camat Tallo, Dr. Bau Asseng, S.T., M.Si. , memberikan edukasi dan demonstrasi mengenai tata cara pengolahan sampah organik menggunakan metode tersebut sebagai solusi sederhana, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan.
Sambungnya, selain aksi bersih lingkungan, Jelajah Sampah Kecamatan Tallo turut dimeriahkan dengan pameran komoditas hasil urban farming serta berbagai produk olahan dari Bank Sampah Sektoral yang menampilkan potensi pemanfaatan sampah bernilai ekonomis. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung penguatan ekonomi berbasis pengelolaan sampah.

Harapan Camat Andi Husni, melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, Jelajah Sampah Kecamatan Tallo dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya memilah, mengolah, dan mengurangi sampah dari sumbernya. “Harapan kami, masyarakat semakin terbiasa dengan gaya hidup yang peduli lingkungan, memanfaatkan lahan pekarangan untuk urban farming, dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Kecamatan Tallo dalam mendukung visi “Makassar Bebas Sampah 2029” serta kesiapan menghadapi kebijakan penghentian open dumping yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026.




