Penacyber, Makassar–Nuansa nasionalisme dan kreativitas seni berpadu sempurna dalam gelaran Pembukaan Pekan Seni (Perseni) sekaligus Upacara Bendera Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di UPT SPF SD Negeri Kapota Yudha Makassar, Senin pagi.
Kegiatan yang digelar serentak se-Gugus 4 Kecamatan Mamajang ini berlangsung khidmat dan meriah, dipusatkan di lapangan UPT SPF SD Negeri Kapota Yudha. Bertindak selaku pembina upacara, Muhtasin, S. Pd yang mewakili Kepala Gugus 4, memimpin jalannya pengibaran bendera Merah Putih dengan tegas dan penuh wibawa.
Dihadiri oleh seluruh dewan guru, staf, serta ratusan siswa dari SD Negeri se-Gugus 4, suasana tampak semarak dengan atribut kemerdekaan yang menghiasi setiap sudut lokasi.

Kepala UPT SPF SD Negeri Kapota Yudha Makassar, Hj. Sohrah, S. Pd mengatakan bahwa penggabungan dua momen sakral ini merupakan simbol bahwa generasi muda tidak hanya harus mengingat jasa pahlawan, tetapi juga harus mengembangkan bakat dan kreativitas mereka.
“Kami sengaja merangkai Perseni dengan upacara kemerdekaan agar anak-anak merasakan bahwa menjadi generasi penerus itu keren—harus disiplin, cinta tanah air, namun tetap ekspresif dalam berkarya,” ujarnya dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Hj. Sohrah menjelaskan bahwa rangkaian Perseni tahun ini mengusung tema “Merdeka Berkarya, Berprestasi untuk Indonesia”. Berbagai lomba digelar, mulai dari paduan suara lagu perjuangan, lomba menggambar dan mewarnai, tari kreasi nusantara, hingga pawai budaya antar kelas.

Selain itu, panitia juga menghadirkan panggung apresiasi bagi siswa-siswi yang memiliki bakat di bidang puisi dan cerita pendek bertema kepahlawanan. “Kami ingin mengasah keberanian mereka tampil di depan umum sejak dini,” tambahnya.
Meski demikian, Hj. Sohrah tidak menampik adanya tantangan dalam menyatukan seluruh peserta dari berbagai sekolah di Gugus 4. Namun, berkat koordinasi yang solid dari para guru dan dukungan penuh orang tua, acara ini bisa berjalan lancar dan meriah.
Sambungnya, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan karakter bagi siswa lintas sekolah di Kecamatan Mamajang. “Anak-anak saling mengenal, bertukar cerita, dan belajar menghargai perbedaan. Itu esensi pendidikan yang sebenarnya,” pungkasnya.

Harapan dari digelarnya acara ini, menurut Hj. Sohrah, adalah lahirnya generasi muda Makassar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme tinggi dan keberanian untuk terus berkarya.
“Semoga semangat 17 Agustus menyala di hati mereka, dan semangat berkesenian terus mereka pelihara hingga dewasa. Selamat Hari Kemerdekaan, Indonesia! Teruslah berkarya untuk negeri!” tutupnya dengan mata berkaca-kaca haru.




