Penacyber, Makassar–‘Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tallo terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Hal tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Digitalisasi Pembelajaran Jenjang Sekolah Dasar (SD) yang dilaksanakan di UPT SPF SD Inpres Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Fuad Anshar, SE dari Dinas Pendidikan dan Dr. Sunardi selaku Ketua K3S Kecamatan Tallo. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran yang adaptif dan inovatif.
Dihadiri juga oleh para Kepala Sèkolah Se Kecamatan Tallo.
Kepala UPT SPF SD Inpres Kaluku Bodoa, Erik, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa digitalisasi pembelajaran merupakan sebuah kebutuhan yang harus direspons secara positif oleh satuan pendidikan.
“Perkembangan teknologi memberikan peluang yang sangat besar bagi sekolah untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Karena itu, guru perlu terus belajar dan beradaptasi agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Erik menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenalkan teknologi, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik antarpihak yang terlibat dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, transformasi digital di sekolah harus diiringi dengan peningkatan kapasitas guru sehingga pemanfaatan teknologi tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi benar-benar mampu memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran.
Selain itu, kehadiran pemateri dari Dinas Pendidikan dan K3S Kecamatan Tallo memberikan perspektif yang lebih luas kepada para peserta mengenai pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

Digitalisasi pembelajaran diharapkan dapat membantu guru dalam menyajikan materi secara lebih kreatif sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi peserta didik. Pemanfaatan berbagai perangkat dan sumber belajar digital juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan secara lebih luas.
Meski demikian, penerapan pembelajaran berbasis digital tetap membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta pendampingan yang berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, K3S, dan Dinas Pendidikan menjadi faktor penting agar transformasi digital dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan.
Diketahui, K3S Kecamatan Tallo merupakan salah satu wadah strategis bagi kepala sekolah dalam membangun koordinasi, berbagi informasi, serta mendorong peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Kegiatan digitalisasi pembelajaran ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi tersebut.
Sambungnya, sekolah akan terus berupaya membuka ruang bagi pengembangan kompetensi guru, khususnya dalam menghadapi tuntutan pembelajaran di era digital.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan saja, tetapi dapat dilanjutkan dengan praktik nyata di sekolah. Guru semakin percaya diri menggunakan teknologi, siswa semakin aktif belajar, dan pada akhirnya kualitas pendidikan di Kecamatan Tallo dapat terus meningkat,” sambung Erik.
Harapan, melalui kegiatan Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SD ini, seluruh satuan pendidikan di Kecamatan Tallo semakin siap menghadapi perubahan zaman dan mampu melahirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, serta relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
UPT SPF SD Inpres Kaluku Bodoa pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program peningkatan mutu pendidikan dan menjadikan teknologi sebagai salah satu instrumen penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas, efektif, dan menyenangkan.




