Penacyber, Makassar— Upaya menanamkan nilai religius sekaligus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an terus dilakukan UPT SPF SDI Bangkala 2 Makassar. Salah satunya melalui inovasi sekolah bertajuk BALLAJI (Bangkala Mengaji) yang dihadirkan sebagai ruang pembelajaran Al-Qur’an yang lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Program tersebut dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026), dengan melibatkan peserta didik dan guru dalam kegiatan mengaji secara berkelompok. BALLAJI tidak sekadar menjadi kegiatan membaca Al-Qur’an, tetapi juga dirancang untuk membangun kebiasaan mengaji sekaligus memperkuat karakter religius siswa sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk membaca Al-Qur’an, menyimak bacaan teman, memperbaiki kesalahan, serta belajar bersama dalam suasana yang santai dan terbuka. Pola pembelajaran tersebut membuat siswa lebih leluasa mengikuti kegiatan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Kepala UPT SPF SDI Bangkala 2 Makassar, Yulmi Handayani, S.Pd., M.Pd., mengatakan BALLAJI merupakan salah satu bentuk inovasi sekolah yang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan peserta didik, khususnya dalam kemampuan membaca Al-Qur’an dan pembentukan karakter.

“BALLAJI kami hadirkan agar kegiatan mengaji menjadi lebih dekat dengan anak-anak. Mereka tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun kebiasaan, kedisiplinan, dan karakter religius melalui kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yulmi menjelaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an setiap peserta didik tentu berbeda. Karena itu, pendekatan berkelompok dalam BALLAJI memberikan ruang bagi guru untuk memberikan pendampingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga mendorong terciptanya suasana belajar yang tidak kaku. Siswa dapat saling menyimak dan membantu, sehingga proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan sekaligus membangun rasa percaya diri.
Selain itu, keterlibatan guru menjadi bagian penting dalam keberhasilan program BALLAJI. Guru tidak hanya menjalankan peran sebagai pendidik di dalam ruang kelas, tetapi juga menjadi pendamping sekaligus teladan dalam membangun kebiasaan positif di lingkungan sekolah.

“Guru memiliki peran penting dalam memberikan contoh kepada peserta didik. Ketika guru ikut mendampingi dan terlibat langsung dalam kegiatan mengaji, anak-anak akan melihat bahwa membaca Al-Qur’an merupakan kebiasaan baik yang perlu dijaga bersama,” tambahnya.
Meski demikian, pelaksanaan BALLAJI tetap membutuhkan konsistensi dan dukungan seluruh warga sekolah. Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan dapat menjadi bagian dari budaya sekolah yang dilakukan secara berkelanjutan.
Sambungnya, pembiasaan membaca Al-Qur’an sejak usia sekolah dasar merupakan investasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, kepedulian, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.
Melalui BALLAJI, UPT SPF SDI Bangkala 2 Makassar menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dengan menghadirkan kegiatan sederhana namun memiliki makna besar bagi pembentukan karakter peserta didik.
Harapan, program BALLAJI dapat terus berkembang dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah. Dengan pendampingan guru serta keterlibatan aktif seluruh peserta didik, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan generasi Bangkala yang religius, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.




