Penacyber, Makassar – Sebuah musibah kebakaran hebat melanda empat bangunan rumah semi permanen di kawasan padat penduduk Jalan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Kamis malam (20/8/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.56 WITA ini mengakibatkan satu orang bernama Muh Yusran (50 tahun) meninggal dunia dan seorang warga lainnya mengalami sesak napas .
Kobaran api yang dengan cepat membesar dan melalap bangunan yang berdempetan terekam dalam video amatir warga. Kondisi bangunan yang berada di dalam lorong sempit membuat api dengan cepat merambat dari satu rumah ke rumah lainnya .
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar yang menerjunkan 13 unit armada dan puluhan personel mengalami kendala signifikan dalam proses pemadaman. Akses menuju lokasi yang terbilang sempit dan dipadati kerumunan warga menyulitkan mobil pemadam untuk menjangkau titik api secara maksimal .
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, S.E., M.M., membenarkan peristiwa tersebut. “Kami bersama tim gabungan dari Damkar, Polri, dan unsur kecamatan langsung bergerak cepat melakukan pemadaman dan evakuasi,” ujarnya.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar yang sigap tiba di lokasi turut membantu proses evakuasi. Dalam penyisiran pasca-kebakaran, petugas menemukan seorang pria yang merupakan penyandang disabilitas, Muh Yusran (50), dalam kondisi meninggal dunia di dalam salah satu bangunan. Korban diduga terjebak dan tidak dapat menyelamatkan diri saat api membesar .
Selain satu korban jiwa, peristiwa ini juga menyebabkan seorang warga bernama Asrianti (41) mengalami sesak napas dan harus dilarikan ke RS Tajuddin untuk mendapatkan perawatan intensif .
Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 23.00 WITA atau satu jam setelah kejadian. Namun, seluruh bangunan yang terbakar tidak dapat diselamatkan dan rata dengan tanah. Akibat kejadian ini, sebanyak 4 Kepala Keluarga (KK) atau 12 jiwa kehilangan tempat tinggal .
Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, namun pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut . Pihak BPBD Makassar saat ini mendirikan posko pengungsian dan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di permukiman padat penduduk. Kebutuhan mendesak yang diperlukan bagi para korban saat ini antara lain terpal, family kit, pakaian layak pakai, dan selimut .




