Penacyber, Makassar-–Jajaran Direksi Perumda Parkir Makassar Raya bersama Tenaga Ahli (TA) dan Kepala Bagian Umum menggelar rapat koordinasi penting dengan Kepala Bagian Perekonomian Kota Makassar. Pertemuan yang berlangsung di Kantor UPP Pantai Losari, Rabu (26/8/2026), ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat komunikasi dan menyelaraskan langkah antara perusahaan daerah dengan Pemerintah Kota Makassar.
Rapat ini difokuskan untuk mendukung berbagai program prioritas daerah serta meningkatkan kinerja perusahaan dalam pengelolaan parkir. Melalui koordinasi dan kolaborasi yang intensif, diharapkan dapat tercipta langkah-langkah strategis untuk terus meningkatkan pelayanan perparkiran yang tertib, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Makassar.
Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, SE, MM, mengatakan bahwa sinergi dengan Pemerintah Kota Makassar merupakan kunci utama dalam menghadirkan sistem perparkiran yang modern dan berkeadilan. Hal ini sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang mendorong adanya transformasi digital dan pilot project gedung parkir modern di titik-titik strategis kota .
Lebih lanjut, Adi Rasyid Ali menjelaskan bahwa rapat tersebut juga membahas percepatan penataan juru parkir (jukir), termasuk mekanisme pendataan ulang serta prioritas bagi warga ber-KTP Makassar untuk mengisi titik-titik parkir baru . Pihaknya memastikan bahwa setiap jukir ke depan wajib memiliki rekomendasi dari lurah dan camat setempat sebagai bentuk pengawasan berbasis kewilayahan .
Selain itu, rapat menyoroti keberhasilan program parkir berbayar di Pantai Losari yang dinilai berhasil menekan keberadaan jukir liar dan meningkatkan kenyamanan pengunjung . Dengan tarif flat Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil, pengelolaan yang lebih teratur diharapkan mampu menjadi contoh bagi kawasan wisata lainnya .
Meski demikian, Adi Rasyid Ali mengakui bahwa masih terdapat pekerjaan rumah, termasuk upaya mengintegrasikan pengelolaan parkir dengan tiket acara (event) dan penertiban titik-titik parkir liar di pusat keramaian untuk mengantisipasi pungutan liar .
Diketahui, Perumda Parkir Makassar Raya juga tengah membidik pengelolaan kantong parkir potensial di kawasan Ramayana dan sejumlah lokasi lainnya guna mengejar target pendapatan tahun 2026 .
Sambungnya, ke depan perusahaan akan terus berinovasi dengan mengedepankan elektronifikasi pembayaran dan memperkuat kolaborasi antardaerah, seperti yang telah dilakukan bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) .
Harapan dari rapat koordinasi ini adalah terwujudnya tata kelola perparkiran yang transparan, akuntabel, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.




