Penacyber, Makassar--‘Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, berpeluang besar terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan pada Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung Januari 2026.
Peluang Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi kian terbuka setelah ia dikabarkan telah mengantongi dukungan mayoritas pemilik suara dalam Musda Golkar Sulsel.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, mengungkapkan bahwa Appi telah memperoleh dukungan dari 17 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Muhidin juga menyampaikan bahwa salah satu kandidat yang sebelumnya masuk bursa calon Ketua Golkar Sulsel, HM Taufan Pawe, dipastikan tidak akan maju dalam Musda mendatang.
Menurut Muhidin, mantan Ketua DPD I Golkar Sulsel sekaligus mantan Wali Kota Parepare tersebut memilih untuk fokus menjalankan tugasnya sebagai Anggota DPR RI.
Hal itu disampaikan Muhidin kepada wartawan usai kegiatan konsolidasi kader Golkar di Sekretariat DPD I Golkar Sulsel, Jalan Botolempangan, Kota Makassar, Selasa (23/12/2025).
Muhidin menambahkan, mengerucutnya dukungan DPD II kepada Munafri Arifuddin akan dibahas lebih lanjut di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Ia menegaskan, hal terpenting bagi Golkar Sulsel ke depan adalah terjaganya soliditas kader. Terkait kemungkinan Musda berlangsung secara aklamasi, Muhidin tidak menampiknya.
“Kita usahakan aklamasi, karena kita sudah punya pengalaman sebelumnya. Saat itu Golkar tidak solid dalam pencalonan bupati, wali kota, maupun DPRD,” ujar Muhidin.
“Kita ingin Golkar satu bahasa. Siapa pun yang disepakati nantinya harus bisa merangkul dan saling mengisi,” lanjutnya.
Meski demikian, Muhidin menegaskan bahwa penetapan ketua tetap harus melalui mekanisme partai yang berlaku, meskipun kandidat telah mengantongi dukungan mayoritas.
Menurutnya, opsi aklamasi merupakan ikhtiar serius Golkar Sulsel agar konflik internal yang pernah terjadi tidak kembali terulang.
Terkait menguatnya satu nama yang disebut telah memperoleh dukungan mayoritas DPD II, Muhidin mengaku belum dapat menyampaikannya secara terbuka karena proses masih berjalan dan akan terlebih dahulu dikonsultasikan dengan DPP Golkar di Jakarta. (*)




