Penacyber, Makassar–“Dari sampah menjadi berkah, dari kepedulian menjadi perubahan.” Slogan itu bukan sekadar kata-kata bagi warga Kecamatan Tallo. Hadirnya Bank Sampah Sektoral Kecamatan Tallo kini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah berbasis partisipasi mampu menciptakan lingkungan bersih, sehat, sekaligus bernilai ekonomi.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Tallo, para pemangku kepentingan, dan partisipasi aktif warga, langkah kecil memilah sampah rumah tangga telah menjelma menjadi gerakan besar. Warga tak lagi melihat sampah sebagai beban, melainkan sebagai “tabungan masa depan” yang bisa ditukar dengan uang atau kebutuhan pokok.
Saat dikonfirmasi awak media ini, pada Senin (14/6/2026), Camat Tallo, Andi Husni, S.STP., M.Si. mengatakan bahwa Bank Sampah Sektoral ini berbeda dari bank sampah biasa.
“Bank Sampah Sektoral Kecamatan Tallo dirancang untuk mengakomodasi seluruh aliran sampah dari setiap kelurahan secara terstruktur. Kami tidak hanya menampung sampah anorganik, tetapi juga memberdayakan setiap unit bank sampah di tingkat RW/RT agar menjadi mitra resmi. Ini adalah ekosistem kebersihan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Camat Andi Husni.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam enam bulan pertama operasionalnya, Bank Sampah Sektoral telah berhasil mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga sekitar 30 persen.

“Angka ini luar biasa. Rata-rata warga yang menjadi nasabah bank sampah kini mampu menyetor 10–15 kilogram sampah plastik dan kardus setiap minggunya. Hasilnya, selain lingkungan lebih bersih, perputaran ekonomi di tingkat sektor mencapai puluhan juta rupiah per bulan,” jelasnya.
Selain itu, Camat menambahkan bahwa Bank Sampah Sektoral juga membuka lapangan kerja hijau bagi pemuda dan ibu rumah tangga setempat. Mereka dilatih menjadi petugas sortir, petugas penimbangan, dan pengelola administrasi.
“Kami juga menjalin kerja sama dengan sejumlah industri daur ulang di Makassar sehingga harga jual sampah lebih kompetitif. Keuntungannya langsung kembali ke masyarakat,” tambah Andi Husni.
Diketahui, Bank Sampah Sektoral Kecamatan Tallo mulai beroperasi penuh sejak Januari 2026. Fasilitas ini berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di bekas lahan yang semula kumuh dan kini telah disulap menjadi pusat pengelolaan sampah modern dengan area hijau. Setiap hari, puluhan warga antre untuk menabung sampah, kemudian nilai tabungan mereka dicatat dalam buku rekening sederhana.
Sambungnya, inovasi terbaru yang akan diluncurkan pada bulan Juli adalah program “Sampah Pangan Jadi Pakan Maggot” bekerja sama dengan peternak maggot lokal.
“Kami ingin memastikan bahwa sampah organik dari pasar dan rumah makan juga terkelola. Dengan maggot, sampah organik berkurang, dan hasil panen maggot bisa dijual sebagai pakan ternak. Ini lingkaran ekonomi yang sangat menguntungkan,” ujar Camat dengan penuh semangat.
Harapan Camat Tallo, Andi Husni, S.STP., M.Si., ke depan Bank Sampah Sektoral ini bisa menjadi percontohan bagi kecamatan lain di Kota Makassar bahkan Sulawesi Selatan.
“Saya berharap masyarakat tidak pernah berhenti memilah dan menabung sampah. Mari kita jadikan kepedulian sebagai budaya. Langkah kecil yang dilakukan bersama telah membuktikan dampak besar. Kecamatan Tallo yang bersih, sehat, berkelanjutan, dan berdaya ekonomi bukanlah mimpi. Ini adalah target nyata yang sedang kita wujudkan bersama,” pungkasnya.
Mari terus memilah, menabung sampah, dan menjadi bagian dari gerakan perubahan demi Kecamatan Tallo yang lebih bersih dan berkelanjutan!




