Penacyber, Makassar–Suasana kampus UPT SPF SMPN 33 Makassar berubah menjadi lautan semangat juang dan kreativitas pada Senin (10/8/2026). Ratusan siswa tampak antusias mengikuti pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Dengan atribut khas kemerdekaan menghiasi setiap sudut sekolah, acara ini menjadi ajang unjuk kebolehan sekaligus pembakar api nasionalisme.
Diikuti oleh seluruh siswa dari berbagai tingkatan kelas, PORSENI tahun ini menghadirkan beragam perlombaan yang memadukan unsur olahraga, seni, dan tradisi. Mulai dari lomba futsal, bola voli, hingga seni tari tradisional dan paduan suara lagu-lagu perjuangan. Tak ketinggalan, lomba-lomba rakyat seperti tarik tambang dan balap karung turut memeriahkan, menciptakan tawa dan kebersamaan di antara para peserta.
Kepala UPT SPF SMPN 33 Makassar, Andi Rahayu Cante, S.Pd., MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PORSENI ini dirancang sebagai ruang ekspresi bagi siswa. “Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa seni, sportivitas, dan semangat kompetisi yang sehat. Inilah wadah bagi mereka untuk menunjukkan bakat terpendam,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.
Lebih lanjut, Andi Rahayu menekankan bahwa tema kemerdekaan sengaja diusung untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan sejak dini. “Setiap lomba yang kita adakan memiliki filosofi perjuangan. Seperti lomba balap karung yang mengajarkan keseimbangan dan ketekunan, atau tarik tambang yang melambangkan kekuatan kebersamaan. Ini adalah pelajaran hidup yang tak ternilai,” tambahnya.
Selain itu, panitia juga menyiapkan panggung hiburan yang menampilkan pentas seni dari setiap kelas. Tampak siswa-siswi berbakat menampilkan tarian kreasi, puisi bertema kepahlawanan, hingga drama kolosal yang menggambarkan detik-detik proklamasi. Sorak sorai dan tepuk tangan meriah menyambut setiap penampilan, menandakan betapa besar antusiasme warga sekolah terhadap acara ini.
Meski demikian, Kepala sekolah mengingatkan agar semangat kompetisi tidak melupakan nilai-nilai sportivitas dan persaudaraan. “Menang atau kalah itu biasa, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa bermain dengan jujur, menghargai lawan, dan menjaga kekompakan. Itulah esensi dari PORSENI ini,” pesannya tegas di sela-sela kesibukannya memantau jalannya lomba.
Sambungnya, Andi Rahayu Cante berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang terus meningkat kualitasnya. “Saya berharap PORSENI ke depan bisa lebih besar dan melibatkan lebih banyak elemen, bahkan mungkin mengundang sekolah lain untuk berkolaborasi. Ini langkah awal kita untuk mencetak generasi emas yang berkarakter,” pungkasnya dengan optimis.
Pembukaan PORSENI ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon merah putih ke langit, disusul dengan yel-yel semangat dari seluruh siswa. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore ini berjalan lancar dan penuh keceriaan. Gelora kemerdekaan terasa semakin membara, mengingatkan semua bahwa semangat juang para pahlawan harus terus diwariskan melalui karya dan prestasi.Dirgahayu RI ke-81, Jayalah Negeri!




