Penacyber, Makassar– Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama sejak dini, UPT SPF SD Inpres Bangkala II Makassar meluncurkan program inovatif bernama BALLAJI. Program ini menghadirkan metode pendampingan mengaji yang memadukan bimbingan kelompok dengan pendekatan personal, memastikan setiap siswa mendapat perhatian khusus dalam belajar membaca Al-Qur’an.
Keunikan BALLAJI terletak pada pola pendampingannya. Selain mengaji secara berkelompok, setiap siswa juga mendapatkan kesempatan untuk memperoleh bimbingan secara individual dari guru. Dengan sistem ini, perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an dapat diperhatikan secara lebih personal. Pada Kamis (20/8/2026), para guru secara langsung menyimak bacaan siswa, memberikan koreksi, dan membimbing sesuai tingkat kemampuan masing-masing. Dengan demikian, tidak ada siswa yang sekadar ikut mengaji, tetapi setiap anak mendapatkan perhatian dalam proses belajarnya.
Kepala UPT SPF SDI Bangkala II Makassar, Yulmi Handayani, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap metode mengaji konvensional yang kerap membuat anak dengan kemampuan di bawah rata-rata tertinggal. “BALLAJI hadir untuk menjawab kebutuhan itu. Kami ingin memastikan tidak ada satupun siswa yang terabaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam sesi kelompok, siswa belajar bersama untuk membangun semangat kebersamaan, sementara sesi individual memungkinkan guru mendeteksi kesalahan bacaan secara lebih mendetail. Metode ini juga memudahkan guru menyesuaikan materi dengan kemampuan tiap anak, baik dari segi pelafalan huruf hijaiyah hingga tajwid dasar.
Selain itu, program BALLAJI juga melibatkan orang tua siswa melalui laporan perkembangan rutin. Hal ini bertujuan menciptakan sinergi antara sekolah dan rumah dalam mendukung pembiasaan membaca Al-Qur’an.
Meski demikian, Yulmi mengakui bahwa implementasi program ini tidak lepas dari tantangan, terutama dalam hal alokasi waktu dan jumlah guru yang tersedia. Namun, dengan komitmen kuat dari seluruh tenaga pendidik, program ini diyakini mampu berjalan optimal.
Sambungnya, pihak sekolah terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas metode BALLAJI. “Kami akan terus menyempurnakan program ini agar benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan spiritual dan akademik siswa,” tutupnya.
Harapan besar pun disematkan pada program BALLAJI untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan yang kuat, dimulai dari kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik dan benar.




