Penacyber, Makassar—Setelah beberapa hari menjadi perbincangan hangat warga, Lurah Batua, Taufik, akhirnya angkat bicara terkait dugaan pemotongan insentif ketua RT dan RW di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala. Dengan kepala dingin dan hati terbuka, ia meluruskan informasi yang dinilai tidak sesuai fakta.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kamis malam (4/6), Taufik dengan tegas membantah tudingan adanya pemotongan insentif sebesar Rp300 ribu. Ia menjelaskan bahwa sistem penyaluran insentif dilakukan secara transparan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing penerima.
“Tidak benar jika disebutkan ada pemotongan insentif RT dan RW senilai Rp300 ribu. Setiap pembagian insentif sudah melalui rekening masing-masing. Logikanya, bagaimana kami bisa memotong sementara insentif tersebut langsung masuk ke rekening yang bersangkutan?” ujar Taufik dengan nada tegas namun tetap santun.
Taufik menduga, anggapan adanya pemotongan muncul karena sebagian penerima insentif mendapatkan nominal yang lebih kecil dari biasanya. Namun, ia menjelaskan hal itu terjadi lantaran indikator penilaian kinerja yang tidak terpenuhi.
“Bisa jadi ada kesalahpahaman karena insentif yang diterima berkurang. Itu terjadi apabila yang bersangkutan tidak memenuhi indikator kinerja. Secara otomatis sistem akan menyesuaikan besaran insentif yang masuk ke rekening penerima karena dinilai tidak memenuhi sembilan indikator yang telah ditentukan,” jelasnya.
Dengan penuh kearifan, Taufik mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran insentif dilakukan secara terbuka dan mengacu pada aturan yang berlaku.
“Kami selalu mengedepankan transparansi, musyawarah, dan mufakat dalam setiap kebijakan. Semoga masyarakat bisa memahami duduk persoalan yang sebenarnya,” pungkasnya.
Klarifikasi ini diharapkan menjadi pencerah bagi polemik yang berkembang, sekaligus mengingatkan kita semua bahwa setiap kabar perlu dikonfirmasi kebenarannya sebelum menyebarkannya lebih luas. Sebab, bijak dalam menerima informasi adalah cermin masyarakat yang dewasa.




