Penacyber, Makassar — Kebijakan penganggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 dinilai menunjukkan arah pembangunan yang berkeadilan. Salah satu fokusnya adalah penguatan kawasan Luwu Raya sebagai wilayah strategis pertumbuhan ekonomi di Sulsel.
Juru Bicara Andalan Hati pada Pilgub Sulsel 2024, Irwan ST, menegaskan bahwa perhatian pemerintah provinsi terhadap Luwu Raya tercermin dari besarnya alokasi anggaran pembangunan yang digelontorkan ke wilayah tersebut. Menurutnya, pembiayaan pembangunan Luwu Raya tidak hanya bersumber dari APBD murni Provinsi Sulsel, tetapi juga diperkuat melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola lewat skema tugas pembantuan.
“Tidak ada yang dianaktirikan dalam pembangunan di Sulsel. Jika merujuk data APBD 2025, alokasi anggaran Pemprov Sulsel untuk daerah Luwu Raya sebanding atau bahkan lebih besar dari kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima pemerintah provinsi,” ujar Irwan dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, penguatan anggaran tersebut diarahkan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta pengembangan sektor-sektor unggulan yang menopang pertumbuhan ekonomi Luwu Raya secara berkelanjutan.
Irwan juga menilai langkah ini sejalan dengan visi pemerataan pembangunan antardaerah di Sulawesi Selatan, agar tidak terjadi ketimpangan antara kawasan pesisir, perkotaan, dan wilayah hinterland.
“Luwu Raya memiliki potensi besar, baik sumber daya alam maupun posisi strategisnya. Karena itu, kebijakan anggaran yang proporsional dan adil menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.




